28 Desember 2011

LIMA “S” SIKLUS KESUKSESAN


Oleh: Ahmad Taufiq

Ketika temen temen membaca judul postingan ini, saya yakin temen-temen pasti bingung, apa sih yang di maksud dengan lima “S” itu. Ok...... sekarang kita jelajahi masa depan kita melalui teori lima “S” ini.
Sukses, setiap orang selalu mempunyai anggapan yang berbeda dalam mendifinisikan kata yang hanya terdiri dari lima huruf ini. Ada yang mendefinisikan sukses itu dengan kekayaan, ada yang menganggap sukses itu ketika kita hanya tertawa, ada pula yang mengatakan suskes itu adalah ketika kita mempunyai istri yang cantik atau suami yang ganteng. Tapi pada dasarnya... inilah siklus untuk menuju kesuksesan

  1. Sadar
  2. Serius
  3. Santai
  4. Sabar
  5. Sukses

Yang pertama sadar, artinya kita harus sadar kalo’ kita itu mempunyai masa depan (tujuan), dimana masa depan itu kita yang menentukkan, mau baik atau jelek semuanya kita yang menentukan, walaupun pada hakikatnya masa depan itu sudah ada! Hanya saja karena kita tidak tahu makanya kita harus melanjutkan “S” yang selanjutnya.

“S” yang kedua adalah serius, setelah kita sadar akan masa depan kita kita harus mulai serius untuk memenej diri kita bagaaimana caranya agar kita bisa meraih masa depan kita.
Ketiga! Santai, hal ini sangat erat kaitannya dengan kejiwaan kita yang hanya terbatas, sehingga kita harus selalu tenang dalam menghadapi segala rintangan yang selalu menghadang perjalanan kita untuk  menuju singgasana masa depan.

“S” yang ke empat adalah sabar, ketika kita gagal kita tak boleh menyerah kita harus tetap SADAR, SERIUS  dan SANTAI, karena yakinilah setelah kegagalan itu “S” yang kelima akan menyambut kita, yaitu SUKSES.
read more

27 Desember 2011

Mengapa ku harus berprestasi?

Pertama, yang ingin sampaikan untuk teman2, dan adik kelas adalah tetap smngat untuk brprestasi. baik kapanpun da dimanapun. berikut sbuah kisah yang terus menjadikan saya lebih smngat lagi dan lagi untuk berprestasi adlah tulisan dari mas danang ambar prabowo. seorang mahasiswa yang menjadi benteng kokh di depan saya yang harus saya lampaui. selamat membaca dan semoga bermanfaat. :D

Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya yang saya buat khusus teruntuk adik-adik mahasiswa baru IPB 2008 maupun mahasiswa baru dimanapun juga, dengan salah satu tujuannya melengkapi salah satu chapter buku pengembangan diri. Insya Allah tak ada kesombongan dan keangkuhan yang sengaja ingin saya tunjukkan atau merasa diri saya lebih baik dari orang lain melalui tulisan ini. Melainkan semua itu berfungsi sebagai penguat tulisan saya ini semata.  Masukan terhadap ini sangat diharapkan demi perbaikan ke depannya.

2.Mengapa Saya Harus Berprestasi?
Insya Allah saya telah menjelaskan makna prestasi menurut saya pada pembahasan sebelumnya. Dan sangatlah penting memahami makna dasar prestasi sebelum kita menyusun langkah-langkah jitu untuk menorehkan prestasi kita nantinya. Sekedar me-review bahwa makna dasar prestasi menurut saya adalah:
“Pencapaian (achievement), peningkatan (improvement), atau perubahan menuju sesuatu yang lebih baik dari kondisi sebelumnya. Apapun itu, sekecil apapun itu, asalkan lebih baik dari kondisi semula maka itu adalah prestasi.”
Nah... sekarang kita telah memahami makna dasar prestasi. Lalu mengapa saya harus berprestasi? Jawaban paling mudah yang bisa saya berikan secara spontan adalah: “Agar saya bisa lebih bermanfaat bagi orang lain.”
Saya kemudian menyadari satu hal yang penting, bahwa ketika saya bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya (berprestasi), secara langsung maupun tak langsung saya turut memberikan dampak positif pada orang-orang di sekitar saya, selain tentunya bagi saya sendiri. Dan itupun melibatkan pertimbangan matang untuk mengambil keputusan secara tepat dalam kondisi diri optimal dan tenang.
Contoh paling mudah yang pernah saya alami adalah ketika suatu sore saya datang terlambat 10 menit ke latihan terpadu Taekwondo saat SMA dulu. Mulanya saya menganggap keterlambatan saya itu sebagai hal biasa dan tak menjadi masalah besar karena memang jarak dari rumah ke tempat latihan cukup jauh. Namun ternyata 10 menit yang saya lewatkan tersebut adalah saat terpenting latihan sore itu, karena di sanalah absensi penentuan siapa yang boleh ikut ujian kenaikan tingkat bulan berikutnya ditentukan. Dan saya satu-satunya anggota taekwondo yang tidak tercatat sebagai peserta ujian kenaikan tingkat tersebut. Betapa kecewanya saya dengan keputusan itu.
Saya mencoba melobi dengan berbagai alasan, namun kedisiplinan Sabeum (pelatih taekwondo) saya saat itu tak bisa digoyahkan untuk mengubah daftar peserta hari itu. Seolah latihan saya selama ini tak ada gunanya dan harus menunggu ujian berikutnya yang tentunya masih sangat lama. Saya melewatkan latihan sore itu tanpa semangat, apalagi mendengar percakapan teman-teman yang begitu bahagia akan ikut ujian kenaikan tingkat bulan depan.
Di saat itulah saya harus berani mengambil langkah penting dan jitu untuk kedepan. Hanya ada dua pilihan: Keluar dari tim taekwondo SMA atau terus nekad latihan meski harus berbeda sabuk dengan teman-teman satu angkatan yang berarti saya harus siap menanggung malu sebagai satu-satunya anggota tim yang tak naik tingkat, karena alasan sepele... terlambat datang saat latihan!
Alhamdulillah, di kemudian hari setelah kejadian itu saya tetap memutuskan untuk terus latihan taekwondo. Datang paling awal, menyapu lantai tempat latihan, menyiapkan alat-alat latihan, dan lainnya. Meski di sisi lain saya menghadapi tekanan dan rasa malu sebagai satu-satunya sosok yang tak akan ikut ujian, apalagi pelatih saya seolah tak memperhatikan saya karena sibuk menyiapkan teman-teman yang akan ikut ujian kenaikan tingkat.
Hingga di suatu sore setelah latihan dan seminggu menjelang ujian kenaikan tingkat dilaksanakan, pelatih senior saya memanggil saya dan berkata dengan bijak:
“Nang, taekwondo itu bukan dinilai dari sabuk warna apa yang engkau kenakan. Kalau sekedar ingin keren-kerenan memakai sabuk berwarna, yang hitam sekalipun, tak perlu susah-susah latihan taekwondo atau ikut ujian kenaikan tingkat juga bisa, mudah sekali malahan. Cukup beli sabuk di toko, terus kamu pakai saat latihan. Tapi apakah kemudian sabukmu itu yang menjamin kamu paham dan bisa melakukan teknik-teknik taekwondo? Enggak kan! Sabuk apa yang engkau pakai, akan ada tanggung jawabnya. Cukuplah sabukmu tetap yang paling rendah tapi teknikmu setingkat sabuk yang paling tinggi.
Sebenarnya Sabeum hanya mau memberi pelajaran padamu bahwa apapun yang engkau lakukan itu harus selalu penuh keseriusan dan kedisiplinan. Termasuk saat latihan taekwondo ini. Sabeum ingin melihat apakah kamu bisa dan mau berubah menjadi lebih baik atau justru menyerah setelah keputusan dahulu itu.”

Sejak saat itulah tak ada lagi beban saat latihan taekwondo di kemudian hari bersama teman-teman saya yang sabuknya setingkat lebih tinggi. Saya menyadari bahwa saya harus selalu menjadi lebih baik setiap waktunya, sedikit apapun perubahan itu, yang pasti harus lebih baik. Dan saya membuktikan satu tahun kemudian setelah peristiwa itu, dari 30an anggota tim taekwondo SMA, saya adalah satu dari dua orang yang berhasil meraih medali bagi tim SMA di Kejuaraan Daerah Taekwondo tingkat Pelajar tahun 2002.
Ada kebanggaan dan kepuasan tersendiri bagi saya pribadi ketika meraihnya, apalagi setelah latihan panjang dan keras selama itu. Bagi orang di sekitar saya, melalui prestasi yang saya raih itulah, kemudian saya bisa bermanfaat bagi orang lain dengan turut aktif melatih anggota tim taekwondo SMA setelahnya. Tak lupa saya selalu menyelipkan nasehat pelatih saya dulu tentang filosofi taekwondo. Dan alhamdulillah di tahun-tahun berikutnya tim taekwondo SMA saya dapat meraih lebih banyak medali bahkan hingga tembus ke kejuaraan nasional sebagai salah satu pemenangnya.
Saya tak menganggap bahwa saya satu-satunya sosok yang berperan atau berjasa di sana. Pastinya banyak pihak juga yang tak kalah penting perannya. Namun yang saya catat adalah ketika saya mampu berprestasi maka raihan prestasi saya itulah yang menjadi bukti penguat ketika mengarahkan orang lain. Akan lebih sulit bagi saya untuk menganjurkan kepada orang lain untuk melakukan ini dan itu dengan tujuan agar mereka menjadi lebih baik jika saya sendiri tak pernah mampu menjadi bukti itu sendiri.
Termasuk juga dengan tulisan saya ini. Tentu Anda akan menganggap tulisan ini hanya sebagai angin lalu, atau saya sekedar berteori semata jika saya sendiri tak pernah mengalaminya sendiri. Maka jika saya bisa menjadi bukti konkrit itu sendiri, insya Allah, apa yang saya sampaikan akan membuat Anda menjadi lebih yakin bukan?!
Semakin bagus prestasi Anda (ingat kembali makna dasar prestasi) akan semakin tinggi kredibilitas dan nilai diri Anda di mata orang lain yang berarti akan semakin luas jangkauan Anda untuk bermanfaat bagi orang lain.
Contoh lain yang lebih menakjubkan adalah sosok Rasulullah, Muhammad SAW. Bagaimana beliau benar-benar mengaplikasikan makna dasar prestasi dalam kehidupannya. Setiap detik hidup beliau adalah tentang prestasi. Menjadi lebih baik dari sebelumnya. Hingga sebelum diangkat menjadi Nabi atau menorehkan prestasi sejarah secara gilang gemilang pun orang-orang di sekitarnya telah mengakui keunggulan akhlaknya hingga ia dijuluki Al Amin (yang dipercaya). Maka perlahan ia pun menjadi panutan dan teladan bagi orang-orang disekitarnya, dicintai dan mencintai semua orang. Dan dari "prestasi" beliaulah kemudian beliau bisa bermanfaat bagi orang lain. Hal itu tentu tak lepas dari apa yang beliau raih yang kemudian menjadi teladan (bukti) bagi orang lain.
Dan di sisi lainnya... tentu prestasi yang Anda raih merupakan wujud kesyukuran diri Anda pada Allah karena Anda telah mau dan mampu mengoptimalkan apa yang telah Allah berikan pada Anda untuk sesuatu yang baik.
Dengan meraih prestasi pula berarti Anda mau menghargai waktu, diri Anda sendiri, dan perjuangan orang lain yang tak lain dan tak bukan adalah kedua orang tua Anda. Anda harus berprestasi karena itu adalah salah satu cara Anda membuktikan bahwa apa yang sudah Anda pelajari dalam hidup ini ada hasilnya. Dan semua itulah yang akan membawa anda menjadi yang akan diperhitungkan di masa depan.
Nah demikianlah salah satu alasan sederhana mengapa saya dan juga Anda harus berprestasi. Tentunya agar bermanfaat bagi diri Anda sendiri dan juga orang lain dalam lingkungan di sekitar Anda.
Jadi mengapa harus ragu lagi???... teriakkan dengan lantang:
“Setiap detiknya, Saya harus berprestasi!!!”

read more

25 Desember 2011

FORNAX GALAXY ROOM BERAKSI


Oleh: Ahmad Taufik

Kompetisi mading yang di adakan oleh ISO memasuki pekan ke tujuh, setelah kemarin pegasus galaxy room menunjukkan taringnya dalam kompetisi paling bergengsi tesebut. Kini giliran fornax galaxy room yang beraksi untuk menunjukkan kebolehannya.

SAY NO TO SMOKE, inilah judul yang di pilih oleh siswa MBI yang berdomisili di Fornax Galaxy Room, Asumsi-asumsi tentang bahaya rokok pun mewarnai di setiap sudut mading yang mereka publikasikan. Mulai bahaya yang sifatnya individual hingga bahaya yang bersifat general. “kami mengangkat tema ini sebenarnya hanya punya satu tujuan, yakni hanya mengingatkan saja kalo’ rokok itu membahayakan diri kita sendiri dan orang lain” komentar adril salah satu anggota fornax galaxy room.

Komentar terhadap mading pun tak hanya muncul dari siswa MBI, KHUZAINI salah satu mahasiswa IAI nurul jadid yang juga merupakan pengurus wilayah sunan kalijaga ketika di tanya mengenai tanggapannya terhadap mading yang di publikasikan di depan kamar D12 tersebut mengatakan “jujur, ketika saya membaca mading ini, saya ingin sekali rasanya berhenti merokok”. 
read more

24 Desember 2011

FBI: Contoh untuk Organisator MBI ISO


 Oleh: Ahmad Taufik
Organisasi atau bisa di sebut dengan sebuah perkumpulan, dimana dalam perkumpulan ini tertulis sebuah garis struktur yang mengikat dan semua individunya mempunyai tujun yang sama. Hal ini selaras dengan apa yang di katakan oleh  john lock, menurut dia organisasi adalah serangkaian individu yang membentuk sebuah kelompok dan mempunyai tujuan yang sama.

Dalam berorganisasi tak sedikit kita temukan masalah-masalah baik masalah internal maupun external. masalah-masalah ini di sebabkan oleh beberapa faktor, akan tetapi hanya ada satu faktor yang paling dominan dan sangat berpotensi dalam hancurnya sebuah organisasi, yakni faktor individu yang mengkomandoi bagian-bagian pada struktur organisasi tersebut.

FBI (federal berneu investigation), salah satu organisasi besar yang visi utamanya adalah keamanan dan ketertiban hukum telah mengajari kita bagaimana orgnisasi itu bisa exis dan bisa meraih tujuan (visi) dari organisasi yang di ikutinya.

Inilah tiga prinsip yang di ajarkan oleh FBI kepada organisator dan terpampang jelas pada logo FBI. Prinsip yang pertama adalah FIDELITY (kesetiaan), yaitu kesetian akan organisasi yang di ikuti dengan benar benar menjaga dan konsisten dalam organisasinya. Prinsip yang kedua adalah BRAVERY (keberanian/ketegasan), yaitu ketegasan dalam pengambilan kebijakan ataupun dalam tindakan terhadap sesuatu yang kontradiktif dengan organisasi yang di ikuti. Dan untuk prinsip yang terakhir adalah INTEGRITY (kesatuan/kekompakan), yaitu rasa kekeluargaan yang mengikat antar anggota organisasi.

Dalam uraian tentang tiga prinsip FBI di atas, maka jelaslah bagaimana seorang organisator bisa menjadi organisator yang baaik dan sesuai dengan etika berorganisasi.
read more

Apa cita-citamu, Kawan?


Berikut motivasi dari kakak kelasku di IPB. Bliau bernama Danang Ambar Prabowo. sekarang sedang meneruskan studinya di Jepang. Terima kasih mas Danang. Semoga Bermanfaat ya teman2. :D
“Sebenarnya... apa sih cita-citamu?”

Pernahkah Anda diberikan pertanyaan seperti itu dengan nada serius seraya orang yang bertanya itu menatap sungguh-sungguh pada diri Anda?

Well, pertanyaannya memang kedengarannya sepele namun percayalah... ternyata jawabannya gak sesepele itu mencarinya. Paling tidak itu yang saya amati dari perubahan raut wajah beberapa orang yang saya coba tanya demikian dalam beberapa kesempatan training pengembangan diri.

Ternyata... banyak juga yang secara sadar atau tidak sadar telah “melupakan” kelak dirinya akan menjadi apa, atau paling tidak kemana dirinya akan menuju. Bagi mahasiswa tingkat 1 dan 2 mungkin pertanyaan seperti ini akan lebih sering dijawab seadanya:
“Ahhh... masih lama ini kuliah... nanti saja mikirnya, lha wong sekarang saja sudah pusing dengan kuliah dan tugas...”

Namun pada kenyataannya... seiring dengan berjalannya waktu, mereka akan semakin sulit untuk menjawab pertanyaan “sederhana” itu. Mengapa? Karena semakin berlalunya waktu... akan semakin banyak yang harus dipikirkan dan dijawab. Tidak percaya? Silakan saja tanya seorang anak TK tentang cita-citanya... maka biasanya mereka akan menjawbab lantang:
“Jadi tentala... jadi doktel...” dan sebagainya. Itu karena mereka belum memiliki banyak hal untuk dipikirkan!  Meski pada kenyataannya pula, sebagian dari mereka akan melupakan cita-cita masa kecilnya itu... dan kemudian menjadi orang yang kebingungan untuk menjawab pertanyaan sederhana:

“Apa cita-citamu ?...”

Dan pertanyaan itu akan semakin sensitif jika diajukan kepada para wisudawan di hari wisudanya... terlebih lagi jika yang bertanya adalah orang-orang dekatnya sembari ibu dan bapaknya memperhatikan jawaban apa yang dikeluarkannya. Gak percaya juga? Silakan dicoba bertanya di kesempatan wisuda... (tapi resiko tanggung sendiri hehehe).
Nah, jika demikian... lalu apa yang bisa kita lakukan agar dapat menjawab pertanyaan itu bilamana waktunya ditanyakan datang?

Tak lain dan tak bukan... ya tentu menyiapkan jawaban! Hehehe... tapi bukan jawaban ngibul atau sekedar jawaban-jawaban diplomatis yang tak jelas jua ujungnya. Namun jawaban yang kita persiapkan jauh-jauh hari berdasarkan pengalaman dan pencapaian kita masing-masing.
Jawaban seorang mahasiswa tingkat 1 dibandingkan mahasiswa tingkat 4 sudah pasti akan berbeda, jauh lebih spesifik dan berbobot jawaban mahasiswa yang tingkat 4. Mengapa? Karena yang tingkat 4 sudah melalui tempaan waktu dan ruang untuk membentuk karakternya. Meski terkadang hal itu bisa saja tidak berlaku...

So... bagi temen-temen yang masih berada di tingkat 1, 2, dan 3 kuliahnya... saya sungguh menyarankan gunakan waktu yang ada dengan seoptimal mungkin. Bukalah wawasan sesuai dengan minat anda dan aktualisasikan diri dalam aktivitas organisasi yang juga sesuai dengan minat anda. Karena kelak... ketika Anda berada di tingkat akhir kuliah... Anda akan menyadari apakah waktu yang telah berlalu benar-benar termanfaatkan dengan baik atau tidak... dan saat itu... sungguh penyesalan tiada guna... benar-benar tiada guna... sudah terbukti... dan semoga anda tidak menjadi bukti orang-orang yang menyesal itu!!!

Where to start... sederhana... salah satu caranya. Tuliskan kalimat pertanyaan:
“Apa sih cita-citamu?”

Dengan huruf besar dan mencolok di dinding kamar Anda, di tempat yang Anda akan sering melihatnya... tempelkan foto ibu dan ayah anda di samping kiri dan kanan tulisan itu... dan usahakan setiap hari minimal 3 menit saja Anda menatap foto kedua orang tua Anda itu sambil membayangkan keduanya bertanya pada Anda...
“Anakku... apa cita-citamu?”

Lalu jawablah dalam hati Anda apa yang ingin Anda raih... Tuliskan dalam catatan Anda, dan azzamkan bahwa itu adalah bagian dari jawaban besar untuk pertanyaan di awal tulisan ini dan wujudkan!! Sehingga ketika orang-orang bertanya padamu di wisuda nanti tentang cita-citamu... Lantang suaramu menjawabnya penuh keyakinan sehingga terpancarlah kebanggaan wajah mulia kedua orang tuamu mendengarnya darimu...

Lalu apa cita-citaku, jika engkau bertanya... Insya Allah aku masih menyiapkan jawabannya... (hehehe)...
read more

MBI, Sakral Dibagi Yang Menawan


Oleh: Achmad Taufik

Pagi yang indah sekaligus menjadi awal penjelajahan mereka dalam mengarungi hari-hari yang penuh dengan aktifitas yang melelahkan.

sholat dhuha, inilah salah satu kegiatan rutinitas sisiwa MBI yang bisa dikatakan sakral. ditengah kesibukan santri-santri lain yang sibuk mempersiapkan diri utuk berangkat ke sekolah siswa-siswa MBI masih menyempatkan diri untuk menghadap kepada sang ilahi yakni dengan melaksanakan sholat dhuha."kita memang sibuk sir,tapi apakah kita harus melupakan pencipta kita" kata salam salah satu siswa kelas III ketika ditanya mengenai kegiatan solat dhuha.

kegiatan solat dhuha ini juga bisa dikatakan kegiatan yang baru bagi siswa-siswa MBI, kegiatan yang dilaksanakan setelah pengajian kitab kuning yang diasuh KH.NAJIBURRAHMAN ini baru berjalan kurang lebih selama satu bulan dan masih dalam proses pengefektifan waktu yang masih sering berbenturan dengan jadwal aktif kegiatan sekolah.

kini 34 dari seluruh jumlah siswa-siswa MBI, setiap paginya berkumpul di depan asrama untuk melaksanakan sholat dhuha yang dilakukan secara berjamaah. tak pelak suasana asrama MBI pun kini menjadi sakral dipagi yang menawan.
read more

22 Desember 2011

Speech Presentation Menjajah Jadwal Tidur Siswa-Siswa MBI


Oleh: Ahmad taufiq


Speech presentation, inilah salah satu kegiatan rutinitas siswa MBI di asrama mereka yang terletak di Wilayah Sunan Kalijaga (D) Pondok Pesantren Nurul Jadid. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutinitas yang telah di laksanakan semenjak awal berdirinya ISO, yakni organisasi yang menaungi siswa-siswa MBI.

Pada awalnya kegiatan ini di laksanakan pada jam 7 WIB (setelah kegiatan pesantren di masjid jami’). Akan tetapi setelah melalui proses pertimbangan dari seluruh pengurus MBI yang di koordinatori oleh bapak Sofyam Syah, kegiatan ini di rubah jam pelaksanaannya pada jam 5.30 setelah kegiatan pembinaan al- quran yang di handel oleh pengurus wilayah.

“kegiatan ini sengaja kami rubah jadwalnya karena ketika kami melihat siswa siswa di waktu pagi banyak yang tidur, sehingga kami memutuskan untuk mengadakan kegiatan di waktu pagi, dan melihat kegiatan speech presentation yang di laksanakan setelah isya’ sudah tidak kondusif lagi, karena berbenturan dengan jadwal makan temen temen maka kami memutuskan untuk merubah jadwal speech presentation pada waktu pagi... ” kata bapak Sofyam Syah ketika di mintai komentar terkait perubahan jadwal kegiatan speech presentation tersebut.

Seiring dengan di putuskannya kebijakan pengurus MBI, siswa-siswa pun banyak yang mengeluh. “masak kegiatannya pagi si Ad..... kan jadwalnya tidur” kata rizal salah satu siswa kelas XI MBI ketika sosialisasi perubahan jadwal oleh presiden ISO periode 2011-2012 di depan asrama MBI.

Waktu pun terus berjalan, hingga saat ini kegiatan speech presentation berjalan dengan lancar.”walaupun masih perlu banyak perbaikan, baik dari teknis maupun tema yang menjadi bahan speech itu sendiri ” kata bapak Rifdi Muhammad selaku pembina di bagian kebahasaan.
read more

Berilah aku semangat baru

Oleh: Syam*

hari ini aku di temani paku dan palu
di atas atap yang di cat biru
pakiranku sangat cemburu
memperbaiki rumah guru
kenapa nasibku seperti buruh
aku ingin seprti temen2ku dulu
yang sekarang menjalani hidupnya yang baru
menatap masa depan yang tidak kaku
berilah aku semangat baru
read more

NARKOBA SI KECIL BERBAHAYA


Hagemoni dunia barat sangat terasa pada saat ini, semua itu nampak jelas. Terutama dampak negatifnya terhadap suatu generasi suatu bangsa. Menurut teori pertumbuhan dan pekermbangan manusia dijelaskan, bahwa manusia memiliki sifat yang sangat labil dan rasa ingin tahunya sangat besar terutama para pemuda yang masih memiliki pengalaman cukup minim. Hal tersebut mendorong suatu individu manusia ingin mencoba sesuatu yang baru dan dianggap asing untuk dirinya. jika rasa ingin tahu itu tidak dapat dikendalikan secara baik-baik dan berlandasan dengan norma agama. Maka, atas dasar rasa ingin tahunya kemudian individu tersebut akan menimbulkan tindakan coba-coba terhadap sesuatu yang asing itu.

            Dorongan dari rasa ingin tahu itulah yang kerap menjadi akar-muakar kasus penyalah gunaan narkoba oleh generasi muda. Banyak kita saksikan pada tayangan televisi kita yang menjadi tersangka kasus Narkoba adalah pemuda yang awalnya dari coba-coba dan akhinya menjadi pecandu barang haram tersebut. Hal seperti itu dikarenakan kurangnya kontrol suatu individu itu tehadap rasa ingin tahunya dan rasa penasarannya, sehingga mengakibatkan kasus serta kejadian yang tentunya tidak diinginkkan oleh kita semua.

            Bukan hanya itu saja, didalam teori Medan di sebutkan “perilaku seseorang merupakan fungsi dari tidak hanya sikap, kepribadian dan faktor-faktordi dalam pribadinya orang itu, melainkan juga dari lingkungan atau medan dia.” Jadi menurut teori tersebut dijelaskan, bahwa bukan hanya kontrol diri mannusia saja yang dapat membawa perilakuu individu tersebut, melainkan juga dari faktor lingkungan yang menjadi tempat berkembang dan berinteraksinya dalam kesehariannya.

            Misalnya, seseorang tidak akan pernah mendapatkan barang haram tersebut jika dilingkungan tempat tinggalnya tidak ada yang menjual, mengedarkan, dan mempengaruhi orang tersebut. Kaena tidak akan mungkin seseorang yang tinggal di tengah hutan belantara akan menjadi pecandu narkoba kecuali di tengah hutan belantara itu ada yang mengedarkan barang tersebut.

            Tindakan rasa solidaritas yang tinggi juga merupakan sumber penyebabran barang haram itu. Seperti jika salah seorang individu sudah menjadi pecandu dan masih berada dalam fase-fase yang mengasyikkan bagi mereka maka tidak menutup kemungkinan seseorang yang telah menjadi pecandu tersebut akan menceritakan dan mempengaruhi teman dekatnya untuk menggunakan barang tersebut. Dengan dasar rasa solidaritasnya yang di dorong oleh rasa penasaran dan ingin tahunya tidak menutup kemungkinan teman dekatnya juga terjerumus kepada lembah hitam itu.

            Jadi betapa pentingnya kontrol diri terhadap lingkunga sekitar, jika suatu individu tidak dapat mengontrol rasa ingin tahu dalam dirinya terhadap suatu hal yang bersifat positif maka rasa ingin tahunya akan menjerumuskan kepada hal-hal yang bersifat negatif. Tentunya semuanya berawal dari lingkungan tempat tinggal individu tersebut. Karena dia tidak akan merasa ingin tahu jika di daerah atau lingkungannya tidak ada pemicu rasa ingin tahunya tersebut.

            Pastinya kita bertanya-tanya tentang mengapa barang seperti Narkoba tersebbut sangatlah dilarang, hal ini kaarena narkoba mengandung zat-zat adiktif yang dapat mempengaruhi kesadaran seseorang, tentunya zat-zat seperti itu dapat mengakibatkan ketergantungan terhadap pemakai yang menggunakan secara dosis yang berlebihan. Para ahli dunia juga menyatakan bahwa banyak kasus Nerkoba yang beujung kepada kematiaan, menurut para ahli kesehatan setiap dosis yang di pakai oleh para pecandu terus meningkat. Misalnya, pada awal pertama kali memakai diawali dengan dosis rendah, jika pada dosis rendah tersebut si pemakai sudah merasa kebal tidak ngefek maka pemakai akan menambah dosis obat tersebut supaya efeknya dapat terasa lagi dan hal semacam itu akan berkelangsungan terus menerus hingga saraf dan jantung mereka tidak kuat terhadap dosis yang semakin tinggi dan akhirnya berbuntut kematian atau lazimnya di sebut over dosis (OD).

            Ditinjau dari kacamata agama bahwa pendapat para ahli benar adanya, dan sumber hukum islam telah di kiaskan dengan khamer karena pada zaman rasul tidak ada yang namanya narkoba. Tetapi para ulama telah sepakat bahwa Narkoba dilihat dari segi dampak dan peranannya sama dengan khamer maka atas dasar itulah para ulama sedunia sepakat akan hukum daripada narkoba tersebut.
            Menurut Almarhum Ustad H. Sulaiman Rasjid salah seorang Rektor IAIN lampung yang juga lulusan universitas Al-Azhar kairo Mesir jurusan Takhassus Fiqh (sepialis ilmu hukum) pada tahun 1935. Di dalam buku susunannya menerarangkan bahawa, Meminum minumah keras yang memabukkan/narkoba merupakan dosa besar dan diharamkan baik banyak maupun sedikit. Sabda Rasulullah Saw:
ﮐﻝ ﻤﺳﮑﺮﺤﺮﺍﻢ.   ﴿ﺮﻮ١٥ﻣﺴﻟﻢ﴾
Artinya: “tiap-tiap sesuatu yang memabukkan adalah haram.” (riwayat Muslim)

ﻤﺎﺍﺳﮑﺭ ﻜﺛﯾﺭﻩ ﻔﻗﻠﯾﻟﮫ ﺤﺭﺍﻡ.  (ﺮﻭﺍﻩ ﺍﻟﻧﺳﺎﺉﻭﺍﺒﻭﺩﺍﻭﺩ)
Artinya: “sesuatu yang memabukkan, banyak atau sedikitnya pun haram.” (riwayat Nasa’I dan Abu Daud)
Dari hadist diatas di terangkan oleh nabi Muhammad Saw, bahwa sedikit atau banyaknya barang yang memabukkan sejenis khamer dan narkoba itu hukumnya haram, tidak ada toleransi sama sekali dari jumlah orang yang menggunakannya.
Di dalam Al-Qur’an Allah juga mengingatkan kepada manusia supaya umat manusia menjauuhi hal yang memabukkan, semua itu di terangkan di surat Al-Maidah ayat 90 berikut ini :
ﻴﺎﺍﻴﮭﺎﺍﻟﺬﯿﻦﺍﻤﻧﻮﺍﻨﻣﺎﺍﻠﺧﻣﺭﻮﺍﻠﻤﻴﺴﺭﻮﺍﻻﻨﺻﺎﺐﻮﺍﻻﺯﻻﻢﺭﺟﺲ
ﻤﻦﻋﻣﻞﺍﻟﺷﻳﻈﻦﻔﺎﺟﺗﻧﺑﻭﮦﻠﻌﻟﮑﻡﺘﻓﻟﺣﻭﻥ.
(۹۰: ﺍﻟﻣﺎﺋﺩﺓ)
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamer, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan anak panah, adalah pebuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (Al-Maidah : 90)
Dari firman Allah diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa supaya kita menjadi makhluk yang selamat di dunia dan di akhirat maka kita wajib menjauhi apa yang dilarang oleh Allah dan menjalankan apa yang di perintahkan-NYA.

            Karena Narkoba itu memiliki dampak buruk terhadap manusia dan hanya merugikan diri sendiri serta orang lain maka para ahli kesehatan, para ahli perlindungan anak, aparat penegak hukum dan badan pemerhati masalah Narkotika dunia juga memperingatkan dan melarang keras tentang penyalah gunaan Narkoba dan obat-obatan terlarang supaya para generasi muda tidak terjerumus kepada kekejaman narkoba.

            Di dalam Al-Quran surat Al-A’raf  ayat 157 Allah juga memperingatkan segala hal yang berakibat buruk terhadap umatnya, di dalam firmannya Allah berfirman :
ﻭﻳﺣﻝ ﻟﻬﻡﺍﻠﻄﻳﺑﺕﻭﻭﻳﺣﺮﻢﻋﻟﻳﻬﻡﺍﻠﺧﺑﺋﺙ 
(١٥٧: ﺍﻻﻋﺮﺍﻒ)
Artinya : “Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala hal yang buruk.” (Al-A’raf : 157)
Jadi, dari firman diatas kita juga dapat mengambil kesimpulan bahwa, narkoba yang memiliki dampak buruk itu sangatlah di haramkan oleh agama Islam. Karena itu sangat jelas sekali dampak dari narkoba yang hanya membawa keburukan dan bukanlah kebaikan yang sering di jajakan oleh para pengedar Narkoba untuk menarik simpati dari para pemuda yang awalnya tidak tahu apa-apa. Dengan berbagai macam alasan seperti untuk ketenangan, untuk melupakan segala masalah dan lain sebagainya.

            Pemerintah dan aparat penegak hukum sangatlah serius dalam menangani masalah Narkoba, hal ini di buktikan dari undang-undang Anti Narkoba dan Psitropika yang memiliki sanksi berat bagi para bandar yang mengedarkan. Sanksi bagi para pengedar Narkoba minimal di penjara seumur hidup dan maksimal ialah hukuman mati. Dari dari dampak dan keseriusan Narkoba itu maka banyak selogan, poster-poster, spanduk di masyarakat yang menghimbau agar menjauhi barang tersebut. Seperti poster yang berbunyi “marilah kita jauhi dan memerangi Nakoba ....!!!.” dari contoh kecil tersebut membuktikan bahwa Narkoba sangatlah berbahaya yang dapat merusak generasi penerus bangsa.

            Bahkan Islam juga memberi sanksi serius untuk para peminum khamer/pengguna Narkoba. Di terangkan di dalam hadis yang diriayatkan oleh imam Muslim sebagai berikut:
ﺍﻨﮫﻋﻟﻳﮫﺍﻠﺻﻼﺓﻮﺍﻠﺴﻼ ﻢ ﺟﻟﺩﺷﺎﺮﺒﺎﺒﺟﺮﻳﺩﺘﻳﻦﺍﺮﺑﻌﻳﻦ.
(ﺮﻭﺍﻩ ﻣﺴﻟﻢ)
Artinya: “bahwasanya Rasulullah Saw, telah mendera orang yang meminum minuman keras dengan dua pelepah tamar (Kurma) empat puluh kali.” (riwayat Muslim)
Maka dari keterangan di atas sangat jelas semua aspek yang memabukkan seperti Narkoba sangatlah berbahaya bagi setiap orang yang menyalah gunakannya. Bukan hanya itu saja tetapi masih banyak penjelasan secara panjang lebar mengenai Narkoba dan segala macam jenisnya.

            Kembali ke teori medan, dorongan lingkungan merupakan peran utama dari segala faktor dari pembentukan karakter dari individu seseorang. Berbicara mengenai lingkungan tentu saja tidak lepas dari keluaga karena keluarga merupakan pembentuk utama peribadi maupun karakter seseorang. Di jelaskan di dalam hadist Rosulullah yang berbunyi sebagai berikut:

ﻋﻦﺃﺒﯽﻫﺮﻳﺮﺓﺮﺿﻲﺍﷲﻋﻧﻪ ﻘﺎﻝ : ﻘﺎﻝ ﺮﺴﻭﻝﺍﷲ ﺻﻠﻰﺍﷲﻋﻠﻳﻪ ﻮﺳﻠﻢ : ﮐﻝ ﻤﻮﻟﻮﺪﻴﻮﻟﺪﻋﻠﻰﺍﻟﻔﻄﺭﺓ ٬ ﻓﺎﺑﻮﺍﮦﯾﻬﻭﺩﺍﻧﻪ ﺃﻮﯾﻨﺻﺮﺍﻧﻪ ﺃﻮﯾﻣﺟﺳﺎ ﻧﻪ  (ﺮﻮﺍﻩ ﺍﻠﺒﺧﺎﻯ)
Artinya: Dari abu huroiroh r.a, dia berkata: “rasulullah saw bersabda, “setiap anak yang dilahirkan itu dalam keadaan fitrah (suci). Maka, kedua orang tuanyalah yang bisa menjadikanya seorang Yahudi dan Nasrani atau seorang Majusi.”   (riwayat Bukhari)

Oleh karena itu peran dari lingkungan sangatlah berpengaruh utamanya keluarga, bagaimana cara keluarga itu membentuk karakter dan melakukan pengawasan terhadap perkembangan seorang anak yang mana menjadi landasan utama seorang anak. Jika pengawasan dan pendidikan dari sebuah keluarga sudah bagus maka kemungkinan kecil seorang anak akan terjerumus kepada hal yang negatif. Jika sebuah keluarga merasa kurang mamapu dalam mendidik karakter seseorang anak dan di khawatirkan pendidikan karakternya kurang maksimal maka sebaiknya orang tua menempatkan dan mendidik anak tersebut di lembaga yang tingkat kenegatifannya relative minim seperti pondok pesantren dan lain sebagainya.

            Setelah diuraikan secara panjang lebar diatas dengan berdasarkan kepada teori-teori yang berkaitan antara satu dan lainya serta di dukung oleh sumber-sumber hukum islam khususnya, saya menghimbau agar kita semua turut berpartisipasi di dalam memerangi dan memberantas Narkoba tanpa terkecuali. Jadikanlah Narkoba sebagai musuh besar Negara kita khususnya  dikalanagan remaja, karena remaja merupakan generasi penerus dan pilar dari suatu bangsa dan Negara. Nasib dari suatau Negara sangatlah tergantung kepada generasi mudanya jika moral dan karekter generasi penerus sudah rusak serta tidak bemoral saya yakin bahwa suatu Negara akan hancur dimasa depan. Karena pada zaman sekarang penjajahan bukanlah secara perang angkat senjata melainkan penjajahan moral para penerus bangsa dengan cara seperti itu secara perlahan-lahan dan pasti maka Negara itu akan hancuur serta kehancurannya akan lebih parah dari pada peperangan. Sebab jika seseorang telah menjadi pecandu Narkoba maka dibutuhkan tahapan-tahapan yang sangat lama untuk menjadikannya kembali normal. Jadi marilah kita jauhi dan perangi Narkoba sejak dini demi semua aspek khususnya bangsa dan Negara.
read more

Terdegradasinya Moral Generasi Bangsa


Hegemoni dunia barat sangat terasa pada saat ini, semua itu nampak jelas. Terutama dampak negatifnya terhadap suatu generasi suatu bangsa. Menurut teori pertumbuhan dan pekermbangan manusia dijelaskan bahwa manusia memiliki sifat yang sangat labil dan rasa ingin tahunya sangat besar terutama para pemuda yang masih memiliki pengalaman cukup minim. Hal tersebut mendorong suatu individu manusia ingin mencoba sesuatu yang baru dan dianggap asing untuk dirinya.jika rasa ingin tahu itu tidak dapat dikendalikan secara baik-baik dan berlandasan dengan norma agama. Maka, atas dasar rasa ingin tahunya kemudian individu tersebut akan menimbulkan tindakan coba-coba terhadap sesuatu yang asing itu.

            Dicontohkan pada kasus Narkoba yang banyak di alami oleh para pemuda. Kebanyakan pada kasus mereka di dorong oleh rasa ingin tahu dan penasaran dari dirinya yang berujung dengan kehancuran masa depan mereka atau dengan kematian. Tidak menutup kemungkinan jika individu tersebut tidak dapat ditangani secara serius maka dampak yang terjadi akan berkelanjutan serta meluas dari individu satu ke individu lain apa lagi pemuda lebih kental jiwa solidaitasnya antar individu dalam berbagai hal, situasi dan kondisi, seperti halnaya pada kasus bentrokan antar mahasiswa dan seporter bola yang akhir-akhir ini kerap terjadi di masyarakat kita.

            Bahkan pada saat ini nilai tata karma luhur yang identik sebagai identittas Negara kita telah terdegradasi secara perlahan tidak disadari oleh masyarakat kita pada umumnya. Budaya barat yang tidak sesuaui dan bersebrangan dengan budaya kita telah banyak terjadi, contoh kecilnya ialah cara penghormatan yang biasanya di ekspresikan dengan jabat tangan pada saat ini banyak di rubah oleh adegan ciuman yang kerap di istilahkan “cipika-cipiki”. Hal itu telah banyak dijumpai pada acara-acara talk show di televisi baik swasta dan nasional di Negara kita.

            Sesungguhnya kasus tersebut sangat beertentangan dengan adat dan budaya Negara kita. Tepi hal seperti itu dianggap sudah biasa serta wajar oleh sebagian masyarakat kita. Meskipun hal demikian dipandang kecil ternyata dibalik itu memiliki pengaruh yang besar bagi moral dan etika bangsa kita.

            Hal yang juga pelu diperhatikan tetapi tidak disadari oleh kiita ialah dandanan para pemuda kita yang jauh dari tidak sesuai dan berlawanan dengan etika budaya . banyak kita jumpai bahwa pemuda kita telah terpengaruh oleh tren dunia luar tersebut. Misalnaya dandanan mode punk yang banyak di jumpai dengan gaya khas rambut jabrikna, gaya reggae/rasta yang kental dengan rambut gimbal serta corak wana hijau, merah dan kuning. Dan sangat jelas semua itu bukan cirri khas Indonesia. Jika hal demikian berkelangsungan secara terus menerus maka secara tidak langsung akan mengurangi rasa nasionalisme kita terhadap Negara kita.

            Perilaku dan model-model seperti diatas sanagtlah sepele tetapi di balik semua itu memiliki resiko besar bagi semua aspek masyarakat, bangsa dan Negara. Semua problematika ituharus ditanganu secara khusus karna bagaimanapun Negara kita memiliki identitas tersendiri yang di kagumi oleh Negara lain. Yang seharusnya kita bangga dengan semua itu bukan malah menenggelamkan semua kekayaan Negara kita dengan kebudayaan lain yang masih perlu di pertimbangkan kembali dampak dan pengaruhnya terhadap masyarakat kita.

            Dari beberapa kasus diatas, bagaimanakah cara kita untuk menyikapainya ? dan apa tindakan kongkrit kita mengenai problematika tersebut ? menurut saya problematika tersebut harus diperhatikan khususagar moral generasi penerus bangsa kita terpelihara, karena geneasi muda adalah generasi yang akan meneruskan serta memimpin Negara ini. Jika moral generasi kita sudah degradasimaka bagai manakah nasib Negara kita kedepannya ?. persepsi setiap manusia tentu tidak sama dalam mengrtikan tentang problematika tersebut, peran serta orangtua dan lingkunganpenting dalam menyikapi memproteksi, dan membentuk karakter suatu individu demi terwujudnya suatu generasi bangsa serta Negara yang maju dan diperhitungkan di dunia internasional.
read more

OBJEK ABSTRAK DALAM KOMPUTERISASI




Era komputerisasi. begitu Bill Gates menyebut abad 20 ini, tidak bisa di pungkiri bahwa separuh dari aktifitas manusia saat ini merupakan perwujudan nyata dari hasil komputerisasi. Tak hanya dalam aspek dunia konkrit, dunia abstrak pun kini telah menjadiobjek komputerisasi.

Sementara ini, untuk proses komputerisasi yang berorientasikan terhadap dunia konkrit sangatlah mudah untuk kita jumpai. Salah satu contoh kecilnya adalah proses jual beli yang di lakukan di beberapa toko yang proses transaksinya merupakan proses komputerisasi yang berobjekkan dunia konkrit. Beda halnya dengan objek komputerisasi yang bersifat konkrit, objek komputerisasi yang bersifat abstrak sangat sulit untuk di jumpai dan hanya segelintir orang saja yang dapat menikmati hasil komputerisasi yang berorientasikan dunia abstrak tersebut.

RAMALAN DAN SOLUSI CINTA MBAH FATAR, salah satu program sederhana yang algoritma penyusunnya pun sangat sederhana. Program ini di buat dari bahasa pemrograman yang masih belum mengenal visualisasi face, yaitu bahasa pemrograman pascal. program ini mungkin bisa di kategorikan sebagai salah satu media komputerisasi yang berobjekkan dunia abstrak, hal ini  bisa di lihat dari fungsinya yang di rancang khusus untuk meramal kehidupan asmara seseorang, sedangkan yang kita tahu asmara itu sifatnya abstrak.

Dalam pembuatannya si programmer  telah menyesuaikan algoritmanya dengan salah satu metode peramal yang sudah sangat familiar dan 80% dari hasil peramalan di nyatakan benar.
Untuk yang berminat mencoba silahkan DOWNLOAD DISINI. 

*Angkatan 2007
read more

Hubungan antara pendapatan nasional dengan dunia pendidikan di Indonesia



Pendidikan dalam suatu negara sangatlah penting karena untuk menjadikan negara tersebut menjadi negara yang di harapkan oleh semua masyarakat tidak semudah membalikkan telapak tangan, melainkan dengan ditempuh oleh berbagai cara seperti pendidikan contohnya. Pada saat ini pendidikan sangatlah penting demi kemandirian suatu negara, jika kita tidak mengutamakan pendidikan maka negara kita ini akan tertinggal oleh negara lain. Seperti tujuan undang-undang dasar 1945 yang bertujuan “mencerdaskan kehidupan bangsa “ kita wajib sebagai masyarakat Indonesia mengisi kemerdekaan yang telah dicapai dengan susah payah oleh para pahlawan dengan cara belajar dengan semangat.

Dalam upaya menjalankan dunia pendidikan tidaklah mudah, negara harus membuat anggaran khusus untuk dunia pendidikan yang tentunya tidak sedikit. Sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 13/PUU-VI I 2008, pemerintah harus menyediakan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN dan APBD untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. Anggaran pendidikan adalah alokasi anggaran pada fungsi pendidikan yang dianggarkan melalui kementerian negara/lembaga dan alokasi anggaran pendidikan melalui transfer ke daerah, termasuk gaji pendidik, namun tidak termasuk anggaran pendidikan kedinasan, untuk membiayai penyelenggaraan pendidikan yang menjadi tanggung jawab pemerintah.

Persentase anggaran pendidikan adalah perbandingan alokasi anggaran pendidikan terhadap total anggaran belanja negara. Sehingga anggaran pendidikan dalam UU Nomor 41/2008 tentang APBN 2009 adalah sebesar Rp 207.413.531.763.000,00 yang merupakan perbandingan alokasi anggaran pendidikan terhadap total anggaran belanja negara sebesar Rp 1.037.067.338.120.000,00.

Semua anggaran tersebut di gunakan untuk berbagai macam keperluan seperti fasilitas, gaji guru/pendidik dll. Khususnya untuk dana pengembangan nasional demi maksimalnya dunia pendidikan di Indonesia. Anggaran pemerintah yang saat ini sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN daan APBD masih terasa kurang. Hal ini terbukti dengan masih mahalnya dunia pendidikan yang ada di negara ini. Cotoh yang tidak asing lagi bagi kita ialah masih banyaknya terjadi demo mengenai mahalnya biaya pendidikan di Indonesia, ini tidaklah mmenutup kemungkinan bahwa anggaran yang di buat oleh pemerintah masih terasa kurang.
Semua dana tersebut menurut sumber dari APBN di alokasikan sebagi berikut :
1. Program yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, meliputi antara lain BOS, beasiswa, pemberian makanan tambahan anak sekolah TK/RA dan SD/MI, rehabilitasi sarana dan prasarana pasca bencana, peningkatan program pemagangan bagi siswa/ mahasiswa dengan dunia usaha, pendidikan anak terlantar melalui pesantren terpadu, program peningkatan kapasitas kepala sekolah dan pengajar, penjaminan mutu untuk pendidikan perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan, percepatan program MDGs, percepatan penyelesaian rumah sakit pendidikan.
2. Program-program yang memerlukan perhatian khusus (daerah terpencil, terdepan,terluar).
3. Menjamin keberlangsungan program pendidikan bagi generasi berikutnya, yang dapat digunakan untuk investasi pendidikan seperti pemberian beasiswa, dana bergulir kepada pelajar/mahasiswa, dan sebagai bentuk pertanggungjawaban antargenerasi.
4. 
 Penyediaan fasilitas sarana dan prasarana pendidikan dalam keadaan darurat (bencana alam). Pembentukan dana abadi pendidikan (dana abadi anggaran pendidikan).
Pendapatan atau pemasukan negara sebagian besar dari pajak masyarakat, dan hasil badan udaha milik negara (BUMN).
Setiap tahunnya APBN dan APBD selalu berubah-ubah atau tidak tetap, hal ini dikarenakan jumlah pemasaukan dan jumlah belanja negara serta adanya program-program pemerintah yang selalu berubah. Misalnya, diadakannya program dana oprasional sekolah yang sering dikenal dana BOS, program demikian itu akan menambah anggaran pendapatan dan belanja negara untuk pendidikan semaakin meningkat tiap tahunnya atau semakin menurun.

Jadi sangatlah jelas bahwa dunia pendidikan di Indonesia sangatlah dipengaruhi oleh pendapatan negara dan saling berhubungan antara satu dan yang lain. Semua ini juga merupakan kewajiban negara untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) supaya negara kita dapat bersaing dengan negara yang sudah maju.

Semuanya itu kembali ke jati diri masing-masing supaya apa yang telah direncana kan dan deprogram kan oleh pemerintah berjalan dengan apa yang di harapkan. Karena tingkat korupsi dan nepotisme di negara kita sangat tinggi di khawatirkan akan mempengaruhi tujuan dan harapan kita semua untuk memajukan neghara kita ini.

Mengapa demikian? Karena telah banyak kejadian-kejadian para opnum tidak bertanggung jawab yang telah menghancurkan negara kita sendri dengan melakukan tindak korupsi yang hanya bertujuan mementingkan diri sendiri tanpa melihat perkembangan dan kemajuan negaranya. Ini terbukti dengan peringkat ke 3 negara kita menjadi negara paling tinggi tingkat tindak korupsinya di asia. Apa yang harus kita lakukan untuk mengembalikan citra Indonesia kenbali ? salah stunya dengan di tanamkan pendidikan imtaq dan imtek kepada seluruh para penerus bangsa. Supaya sadar akan segala sesuatu yang dapat menghancurkan bangsa tidak terulang kembali pada masa yang akan datang. Tentunya tidak mudah untuk merubah sesuatu tersebut dan perlu melalui proses yang panjang serta jangka waktu yang tidak pendek.

Bukan hanya itu saja, peran kita sebagai pemuda penerus bangsa juga harus semangat dalam mengisi kemerdekaan ini salah satunya ialah dengan cara menjauhi apa yang dapat merusak moral pemuda bagsa, seperti narkoba dan lain sebagainya. karena sebagian besar orang berpendapat negara bisa maju dan berkembang itu tergantung dengan para pemuda penerus bangsa. Pemuda merupakan aset yang paling berharga dalam suatu negara.

Marilah kita selaku masyarakat dan warga negara yang baik, kita ikut andil dalam proses mangembangkan dan memejukan negara kita tercinta ini. Dan tanampakan pemikiran “apa yang telah kita berikan kepada negara bukan, bukan apa yang telah negara berikan kepada kita”.

Rujukan :
· Nota keuangan dan anggaran pendapatan dan anggaran belanja negara perubahan tahun 2010 republik Indonesia.

read more
Blogger Template by Clairvo